Kasdim 0622/Kabupaten Sukabumi Hadiri Pembukaan dan Penutupan Pelatihan Pendampingan Penerimaan dan Pengujian Batubara serta Energi Primer TA 2025 di Aula SBH Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi
Palabuhanratu – Selasa (02/12/2025) bertempat di Aula Hotel SBH, Jalan Raya Palabuhanratu–Cisolok, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, telah dilaksanakan Acara Pembukaan sekaligus Penutupan Pelatihan Pendampingan Penerimaan dan Pengujian Batubara serta Energi Primer TA 2025.
Kegiatan ini diikuti sekitar 114 peserta, sebagai bagian dari kerja sama antara PT PLN Indonesia Power, PT PLN Nusantara Power, dan TNI Angkatan Darat.
Peserta dan Tokoh yang Hadir
Acara dihadiri oleh jajaran TNI AD, perwakilan PLN, serta unsur teknis terkait. Di antaranya:
Letkol Arh Ali Akbar – Pabandiya II Binwasdiklatter dan Katpuan Sterad TNI AD
Letkol Inf Agung – Pabandya Puanter Sterdam III/Siliwangi
Mayor Arm Mursid – Kasdim 0622/Kab. Sukabumi
Ir. H. Ridwan, ST., IPM – Nusantara Power PLN
Rizqi Pritna, ST., MT – PLTU Indonesia Power
Bowo Pramono – SM PLN / PLTU IP Palabuhanratu II
Para pembimbing teknis
Peserta pelatihan pendampingan energi primer TA 2025
Rangkaian Acara
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan urutan acara:
Pembukaan
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Laporan kegiatan
Sambutan-sambutan
Penutup
Isi Sambutan
Letkol Arh Ali Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama TNI AD dan PLN dalam pendampingan penerimaan batubara telah berlangsung sejak 2015 dan kini memasuki tahun ke-11. Kegiatan ini dinilai mampu menekan kerugian PLN, meningkatkan kinerja PLTU, serta menjaga stabilitas pelaksanaan di lapangan. Ia berpesan agar peserta terus meningkatkan keterampilan dan wawasan yang diberikan oleh instruktur.
Perwakilan PLN, Ir. H. Ridwan, ST., IPM, mengucapkan terima kasih kepada TNI AD yang telah menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan pendampingan dari awal hingga akhir. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara PLN dan TNI dalam memastikan stabilitas energi nasional melalui pengawasan kualitas dan kuantitas energi primer.
Sementara itu, Rizqi Pritna, ST., MT dari PLTU Indonesia Power menjelaskan dasar hukum kerja sama serta urgensi pengawasan batubara sebagai komoditas utama pembangkit listrik nasional. Dengan 60–70% listrik Indonesia dihasilkan dari batubara, kualitas komoditas ini sangat menentukan operasional PLTU. Gangguan seperti batubara basah menjadi faktor penyebab utama penurunan kinerja pembangkit.
Pelaksanaan Pelatihan
Setelah rangkaian acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis oleh para instruktur. Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 02–06 Desember 2025, dengan materi pendampingan penerimaan dan pengujian batubara serta energi primer.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 10.00 WIB.
(Pendim 0622)
