⚠️ INFO KODIM 0622: Waspada cuaca ekstrem di wilayah pesisir Pantai dan Pegunungan --- Selamat Menunaikan Ibadah Puasa - dan TNI PRIMA : Profesional , Responsif , Integratif , Modern , Adaptif --- Selamat datang di website resmi Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi.       ⚠️ INFO KODIM 0622: Waspada cuaca ekstrem di wilayah pesisir Pantai dan Pegunungan --- Selamat Menunaikan Ibadah Puasa - dan TNI PRIMA : Profesional , Responsif , Integratif , Modern , Adaptif --- Selamat datang di website resmi Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi.
Rabu, 4 Maret 2026

admin Sejarah Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945



Sejarah pertempuran Bojong kokosan yang melibatkan para pejuang kemerdekaan Indonesia versus tentara Sekutu pada 9 Desember 1945 atau sekarang lebih dikenal dengan Palagan Perjuangan 1945 Bojong kokosan.



“Bojong Kokosan merupakan nama suatu desa di Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi. Desa tersebut merupakan tempat terjadinya peristiwa Perang Konvoi atau lebih dikenal dengan Pertempuran Bojong Kokosan melawan tentara Inggris dan NICA pada tahun 1945”

Selepas proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan masih terus berlanjut. Perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat itu terus berlangsung.

Setelah Jepang kalah di Perang Dunia II, agresi tentara Sekutu yang diboncengi pasukan Belanda (NICA) segera mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia. Perlawanan bersenjata dari pejuang kemerdekaan Indonesia pun merebak di berbagai daerah.

Salah satu peristiwa heroik yang menandai perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan itu adalah pertempuran Bojong Kokosan yang terjadi di wilayah Sukabumi pada 9 Desember 1945.

Sejarah Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945 1


Kedatangan tentara Sekutu di Indonesia pada akhir Oktober 1945 semula didasari tujuan melucuti senjata tentara Jepang. Mereka juga bermaksud untuk membebaskan tawanan Jepang di sejumlah daerah, seperti Surabaya, Bandung, dan lain sebagainya.

Tawanan yang hendak dibebaskan Sekutu itu dikenal dengan sebutan Allied Prisoners of War and Intenees (APWI) yang ditahan di kamp-kamp tawanan daerah.

Oleh sebab itu, kedatangan tentara Sekutu semula disambut baik rakyat Indonesia. Apalagi, pihak Inggris berjanji tidak akan menyertakan tentara Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di barisan pasukan sekutu.

Selain itu, Sekutu juga sepakat dengan pemerintah Republik Indonesia untuk melibatkan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dalam proses pengiriman bantuan perbekalan untuk tawanan APWI.

Tipu Muslihat Sekutu

Akan tetapi, Sekutu melanggar kesepakatan yang sudah disepakati kedua belah pihak. Pengiriman perbekalan untuk tawanan APWI ke Bandung dilakukan dengan konvoi besar, tanpa melibatkan TKR

Sejarah Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945 2

Mengetahui adanya pelanggaran perjanjian itu, Perdana Menteri Indonesia Sutan Syahrir kemudian membahas masalah ini dengan Komandemen Jawa Barat dan Walikota Sukabumi, Syamsudin.

Koordinasi itu menyepakati bahwa konvoi pasukan Sekutu yang melewati rute Bogor-Sukabumi-Cianjur akan di hadang. Penghadangan konvoi Sekutu yang diboncengi oleh NICA itu terjadi pada 9 Desember 1945, dan berlokasi di Bojong Kokosan, Sukabumi. Bentrok senjata yang terjadi pada saat penghadangan itu kemudian dikenal dengan sebutan pertempuran Bojong Kokosan.

Kronologi Pertempuran Bojong Kokosan

Bojong Kokosan merupakan tempat yang dianggap paling srategis, karena secara geografis, wilayah ini diapit oleh dua tebing yang memudahkan penyerangan dari atas. Strategi perang ini dinamakan Letkol Edi ‘memukul ular berbisa’, hal ini didasarkan pula pada bentuk jalan yang berkelok-kelok di wilayah Sukabumi.

Tentara sekutu yang datang dari Cigombong diibaratkan seekor ular (karena tengah berkonvoi), yang kurang lebih panjangnya 12 km, mulai dari ekornya di Cigombong, hingga kepalanya di Bojong Kokosan.

Sejarah Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945 3



Akhirnya penyerangan pun dimulai saat ‘kepala’ tentara sekutu berada di Bojong Kokosan pada tanggal 9 Desember 1945.

Sejarah Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945 4


Sebelum melakukan penghadangan, pejuang Indonesia sudah menyiapkan strategi dengan matang. Komandan Resimen III TKR Letkol Edi Sukardi melakukan kerja sama dengan laskar-laskar rakyat sukabumi seperti Hisbullah, Fisabilillah, Barisan Benteng, dan Pesindo.

Peta penyerangan yang sepanjang 81 km disusun dalam empat titik tempur, mulai dari Cigombong sampai Ciranjang. Titik utamanya terletak di Bojong Kokosan.

Regu penghadang pertama dipimpin oleh Mayor Yahya Bahram, serta Kapten Murad Idrus sebagai pelaksana lapangan. Penghadangan pertama ini sebenarnya menjadi barikade tipuan dan bertujuan mengacaukan konsentrasi tentara Sekutu

Strategi itu didasari pertimbangan bahwa pasukan Sekutu dan NICA dibekali dengan persenjataan perang lengkap, termasuk tank, panser, hingga pesawat tempur. Sementara, pasukan Indonesia hanya berbekal senjata seadanya.

Dalam konvoi mereka yang melewati Bojong Kokosan itu, pasukan Sekutu membawa perbekalan untuk tawanan APWI yang diangkut puluhan truk, serta dikawal delapan tank Stuart, tiga pesawat Thunderbolt, dan satu pesawat Mosquito.

Ketika tiba di Bojong Kokosan, mereka terpaksa berhenti sekitar pukul 16.30 karena penghadangan dari barikade pertama.

Dalam beberapa jam, penghadangan tipuan yang awalnya diremehkan Sekutu itu berubah menjadi pertempuran berdarah. Granat tangan dan bom molotov kemudian dilemparkan ke arah tentara Sekutu dan kendaraan tempur mereka. Tentara Sekutu yang tidak menyangka akan penyerangan tersebut berubah panik dan kehilangan kendali,
apalagi cuaca pada saat itu sangat buruk,hujan deras disertai angin kencang serta kabut tebal menyertai pertempuran Bojong Kokosan sehingga mengganggu medan pertempuran. Akhirnya, ketika hujan reda, barulah pesawat tempur Inggris menembaki area tempur dari kawasan udara.

Saat kabut masih menyelimuti Bojong Kokosan, sebenarnya sekutu meluncurkan serangan udara dengan memborbardir wilayah ini. Sayangnya, serangan yang mereka luncurkan tanpa perhitungan yang tepat. Sudah tidak ada lagi masyarakat Sukabumi, justru mereka memborbardir tentaranya sendiri.

Saat pasukan pejuang Indonesia kehabisan mesiu, mereka terpaksa mundur dari area tempur di Bojong Kokosan. Meski begitu, serbuan itu menjadi hantaman yang signifikan bagi Sekutu.

Karena merasa harkat dan martabatnya direndahkan, maka sekutu meluapkan amarahnya dengan memborbardir kawasan Cibadak, tak jauh dari Bojong Kokosan, pada 10 Desember 1945. Sekutu beranggapan kawasan Cibadak merupakan benteng pertahanan TKR, padahal daerah ini hanya berisi pasar tradisional. Meski begitu, pengeboman yang dilakukan sekutu merupakan salah satu pengeboman terbesar di Jawa Barat

Tercatat, dalam pertempuran Bojong Kokosan, sekitar 50 tentara Sekutu tewas dan 100 orang lainnya cedera.
Sebaliknya, merujuk data arsip Museum Bojong Kokosan, korban dari kubu Indonesia adalah 28 orang.

Sejarah Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945 5



“Banyaknya korban di pihak Inggris menimbulkan perdebatan di Parlemen Inggris dan mengundang perhatian dunia.”

Untuk mengingat keberanian para pejuang Indonesia di pertempuran Bojong Kososan, dibangunlah Museum Palagan Bojong Kokosan. Museum itu menampilkan dokumentasi foto para pejuang yang tewas dalam pertempuran tersebut. Tanggal terjadinya pertempuran Bojong Kokosan, sejak 2004 lalu, juga ditetapkan sebagai Hari Juang Siliwangi.

Hari Juang Siliwangi

Penyerangan ini dikenal sejarah internasional sebagai The First Convoy Battle in Indonesia. Hal tersebut tercatat dalam buku Pertempuran Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946. Bahkan Kolonel Doulton dari pihak sekutu yang saat itu juga terlibat dalam konvoi, turut menuliskan peristiwa besar tersebut melalui buku The Fighting Cock.

Untuk mengingat keberanian para pejuang Indonesia di pertempuran Bojong Kososan, dibangunlah Museum Palagan Bojong Kokosan. Museum itu menampilkan dokumentasi foto para pejuang yang gugur dalam pertempuran tersebut. Tanggal terjadinya pertempuran Bojong Kokosan, sejak 2004 lalu, juga ditetapkan sebagai Hari Juang Siliwangi.

Pendim 0622

Leave a Comment